TEMPO.CO, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG kembali melemah pada sesi pertama perdagangan Kamis, 27 Februari 2025. Indeks anjlok 2,23 persen ke level 6.458,3, dipicu oleh tekanan jual pada saham-saham berkapitalisasi besar (big cap).
Pada sesi pertama perdagangan hari ini, sebanyak 204 saham menguat, sementara 412 saham melemah, dan 211 saham stagnan. “Nilai transaksi mencapai Rp6,3 triliun dengan frekuensi trading sebanyak 670.658 kali dan volume perdagangan sebesar 92,3 juta lot,” dinukil dari Tim Samuel Sekuritas, pada Kamis siang.
Berdasarkan pantauan Tim Samuel Sekuritas saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI) menjadi saham yang paling aktif diperdagangkan dengan frekuensi transaksi mencapai 59.046 kali, diikuti oleh Bank Central Asia (BBCA) sebanyak 32.321 kali, dan Solusi Sinergi Digital (WIFI) sebanyak 32.278 kali. Dari segi volume, saham GoTo Gojek Tokopedia (GOTO) menjadi yang terbanyak diperdagangkan dengan 24,8 juta lot, disusul oleh BUMI (3,1 juta lot) dan BBRI (2,8 juta lot).
Sektor transportasi (IDXTRANS) menjadi satu-satunya indeks sektoral yang mencatatkan kenaikan sebesar 0,3 persen. Sebaliknya, sektor keuangan (IDXFINANCE) mengalami pelemahan paling dalam, turun 2,1 persen, dipicu oleh penurunan saham-saham perbankan seperti BBRI (-5,2 persen), BBCA (-2,8 persen), dan BMRI (-4,2 persen). Sektor teknologi (IDXTECHNO) dan sektor kesehatan (IDXHEALTH) juga melemah masing-masing 1,8 persen dan 1,7 persen.
Di luar saham perbankan, saham big cap lain yang turut menekan IHSG antara lain Chandra Asri Petrochemical (TPIA) yang turun 3,5 persen, Barito Renewables Energy (BREN) yang melemah 2,7 persen, serta Telkom Indonesia (TLKM) yang terkoreksi 3,1 persen.
Tim riset Samuel Sekuritas mencatat tekanan di pasar terjadi di tengah tren pelemahan pasar global. Pasar saham Amerika Serikat (AS) ditutup mixed pada perdagangan Rabu, 26 Februari 2025 dengan indeks Dow Jones turun 0,43 persen, S&P 500 naik tipis 0,01 persen, dan Nasdaq menguat 0,26 persen.
Meskipun S&P 500 berhasil menghentikan tren penurunannya, tim riset Samuel Sekuritas menyebut pasar masih dibayangi ketidakpastian kebijakan perdagangan Presiden Donald Trump. “Tarif yang dikenakan ke Kanada dan Meksiko tetap diberlakukan, sehingga memicu kehati-hatian investor,” tulis tim riset Samuel Sekuritas, Kamis, 27 Februari 2025.
Di kawasan Asia, bursa saham juga cenderung melemah. Indeks Hang Seng turun 1 persen, Shanghai melemah 0,4 persen, Kospi turun 1 persen, dan STI melemah tipis. Sementara itu, Nikkei menguat 0,1 persen.
Tim riset Samuel Sekuritas mencatat bahwa kondisi pasar masih penuh tekanan dengan tren pelemahan berlanjut. “Pergerakan indeks saat ini mencerminkan ketidakpastian investor terhadap dinamika pasar global dan sentimen domestik,” tulis laporannya.
Lima Saham Top Gainer Sesi Pertama:
• AKSI (+34,7 persen ke Rp252 per saham)
• PTSN (+34,7 persen ke Rp256 per saham)
• LION (+25 persen ke Rp675 per saham)
• LIVE (+24,5 persen ke Rp264 per saham)
• LABA (+24,5 persen ke Rp294 per saham)
Lima Saham Top Loser Sesi Pertama:
• PART (-12,6 persen ke Rp83 per saham)
• VAST (-12,5 persen ke Rp105 per saham)
• WAPO (-10,3 persen ke Rp147 per saham)
• MENN (-10 persen ke Rp45 per saham)
• JSPT (-9,9 persen ke Rp13.975 per saham)
Pilihan Editor: IHSG Merosot setelah Peluncuran Danantara, Dewan Penasihat Presiden Sebut Investor Salah Paham