RAGAMUTAMA.COM – Partai konservatif CDU/CSU berhasil memenangi Pemilu Jerman yang dilaksanakan pada Minggu, 23 Februari 2025 waktu setempat.
Partai yang dipimpin oleh Friedrich Merz ini memperoleh suara sebanyak 28,5 dan 29 persen menurut jajak pendapat.
Pada posisi kedua, terdapat Partai Alternatif untuk Jerman (AfD) dengan perolehan suara sebanyak 19,5 berbanding 20 persen. Jumlah ini diketahui melonjak naik dua kali lipat dari hasil pemilu terakhir, tahun 2021.
Alice Weidel, pemimpin Partai Alternatif Jerman AFD saat konferensi pers di Berlin, Jerman, 18 September 2017. REUTERS/Axel Schmidt
Peningkatan perolehan suara oleh AfD menimbulkan ketakutan publik terhadap imigran dan keamanan setelah serangkaian serangan mematikan yang sempat dituduhkan. Sebagai informasi, AfD terkenal dengan anti-imigrasi dan membenci Islam.
Kendati demikian, kemenangan yang diraih oleh partai konservatif CDU/CSU menjadikan Jerman mengalami ketidakpastian. Blok tersebut diketahui tidak memiliki pilihan yang jelas untuk membentuk pemerintahan di tengah lanskap politik yang terfragmentasi.
Menurut NDTV World, sebanyak tujuh partai kemungkinan akan memasuki parlemen, kain konservatif, yang mengantongi kurang dari 30 persen suara, perlu membentuk koalisi.
Komposisi partai yang akan membentuk koalisi nantinya akan bergantung pada Partai Demokrat Bebas (FDP) dan Partai Sahra Wagenknecht (BSW). Diketahui FDP adalah pro-bisnis, pun BSW yang berhaluan kiri, untuk memperoleh kursi dan memasuki parlemen.
NDTV juga mencatat ada beberapa koalisi yang akan terbangun, seperti Koalisi Besar (CDU/CSU dan Sosial Demokrat, Kenya (CDU/CSU, Sosial Demokrat, dan Partai Hijau), Jerman (CDU/CSU, Demokrat Sosial, dan Demokrat Bebas), dan Pemerintah Minoritas.
Sementara itu, semua partai telah sepakat untuk tidak membentuk koalisi dengan AfD. AfD sendiri sudah menawarkan diri kepada CDU/CSU untuk bekerja sama dalam pemerintahan nanti. Walau demikian, gagasan terseby ditolaj secara keras oleh pemimpin CDU/CSU, Friendrich Merz.
Pemimpin AfD Alice Weidel, mengatakan jika CDU/CSU menolak untuk bekerja sama dengan partainya, maka, katanya, AfD akan menyalip suara mereka pada pemilihan periode berikutnya. Padahal AfD adalah partai yang dibenci orang Jerman karena sikap mereka yang sangat terbuka mencela migran ilegal, islam, juga multikulturalisme.
Walaupun demikian, AfD tampaknya tidak bisa berkuasa. Hal ini karena semua partai menolak kerjasama dengan partai ini. Pemilu Jerman yang berlangsung sejak pukul delapan pagi sampai enam sore tersebut, diharapkan dapat mengubah lanskap politik negara. Oleh karena itu setiap suara sangat dibutuhkan.